Category Archives: Kajian Islam

Beginilah Seharusnya Menjadi Wanita

Bunga

Bunga

Beginilah seharusnya menjadi wanita…

Yang dengan ikhlas dan rela menanggalkan dunia serta segala kenikmatannya, kecuali hanya seperlunya saja untuk bisa membangkitkan badan demi tetap mengabdi kepada Allah.

Beginilah seharusnya menjadi wanita! Yang dengan sadar menjauhkan diri dari kemewahan dan memilih berkarib dengan kezuhudan. Dia melakukan perdagangan yang menguntungkan untuk sebuah surga, dengan menjual kehidupan dan waktu santainya untuk menuju kehidupan berjuang dan jihad. Dia lebih memilih ridho kepada Alloh dari pada suara sanjungan manusia. Dia lebih memilih untuk taat para aturan Allah yang banyak ditinggalkan manusia. Hatinya selalu condong pada ridho Allah dan pikirannya terfokus untuk mengingat firman Alloh SWT:

 “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu. Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar” (QS. Al Ahzab : 28-29). Read the rest of this entry

KEMI : Cinta Kebebasan Yang Tersesat (Resensi Novel)

Judul

:

KEMI (Cinta Kebebasan Yang Tersesat)
Penulis

:

Adian Husaini
Tebal

:

316 hlm
Ukuraran

:

18,3 cm
Penerbit

:

Gema Insani
Tahun

:

Cet I, 2010
Oleh

:

Latifah
Mahasiswa PPS UIKA Bogor 201

Novel berjudul KEMI (Cinta Kebebasan yang Tersesat) ini ditulis dengan sangat unik oleh Adian Husaini seorang tokoh intelektual Muslim yang juga piawai menulis novel. Novel ini mengajak para pembacanya khususnya kaum muslimin untuk memasuki dan menyaksikan fenomena dekadensi akidah yang sekarang sedang menjadi ancaman besar bagi Islam. Faham liberalisme yang sekarang lagi nge-trend dimana faham ini disuarakan oleh orang-orang (oknum) yang mengaku muslim bahkan tidak sedikit dari oknum-oknum ini adalah kaum intelektual muslim. Faham liberalisme ini ternyata telah melahirkan berbagai kehancuran bagi kehidupan manusia. Baik kehancuran fisik, psikis, sosial, moral, ekonomi dan lain-lain. Adanya keinginan untuk membebaskan manusia dari kungkungan ajaran agama salah satu penyebab munculnya faham liberalisme, ditambah lagi dengan faham pluralisme agama yang menggerus keyakinan utama mengajak manusia menyamakan agama tanpa adanya perbedaan antara Allah dan berhala, shalat dan bertapa. Sifat fitrah manusia untuk bertauhid ternyata tidak bisa istiqomah dalam diri seseorang meskipun dia seorang yang shalih sekalipun tanpa adanya usaha untuk mempertahankan keimanan itu.

Di dalam novel ini dikisahkan tentang dua orang santri yang memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Selain mereka cerdas, mereka juga merupakan santri kesayangan dan kepercayaan Kyai Rois seorang Kyai pemimpin sebuah pesantren yang bernama Minhajul Abidin, Madiun, Jawa Timur. Adapun kedua santri tersebut bernama Kemi dan Rahmat. Read the rest of this entry

Pesona Muthi’ah: Sosok Teladan Muslimah Sejati Versi Rasulullah SAW

Pesona Muthi'ah

Fatimah RA bergegas menggandeng Hasan RA yang masih kecil.  Terngiang di telinganya pesan sang ayahanda, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk menemui seorang muslimah berakhlak mulia dan meneladaninya. Tak sabar rasanya Fathimah untuk segera mengetahui, seperti apa gerangan teladan wanita bernama Siti Muthi’ah tersebut.

Sesampainya di depan pintu rumah yang dimaksud, Fathimah pun mengucap salam. Tak lama kemudian si pemilik rumah datang membuka pintu.  Hatinya sangat heran bercampur senang karena tak menyangka yang bertandang adalah putri Rasulullah SAW. Namun, sungguh di luar dugaan Fathimah, setelah mengutarakan maksud kedatangannya, Muthi’ah malah berkata, “Sungguh bahagia aku menyambut kedatanganmu Fathimah. Namun, maafkanlah aku karena aku hanya dapat menerima kedatanganmu di rumahku. Sesungguhnya suamiku mengamanatkan padaku untuk tidak menerima tamu lelaki di rumahku.” Read the rest of this entry

Karierku, Keluargaku

Karir ???

Ketika wanita bekerja, banyak yang akhirnya mengeluhkan keterbatasan pikiran dan fisik mereka dalam mengurus rumah tangga, dan atau sebaliknya. Tidak hanya sampai disana saja, sering kali efek akhirnya adalah permohonan kemakluman mereka atas keterbatas mereka tentang semua itu.

Memanglah, dari kebanyakan pendapat para wanita, jika mereka bekerja tujuannya adalah hanya untuk kebahagiaan anak- anak dan membantu suami, serta teralisasinya pengaktualisasian diri dan ilmu kita kepada masyarakat. Namun apa jadinya jika dengan semua itu, justru ada yang satu terbengkalai dan yang lain lebih di optimalkan?

Karir dan keluarga seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk seorang wanita, karena keluarga yang bahagia adalah karir terbaik seorang wanita di dunia dan di akherat. Kalau definisi karir hanya terbatas pada kesuksesan pekerjaan kita di luar rumah, maka untuk apa kita dipanggil sebagai ibu?

…Menjadi seorang ibu yang menjadikan keluarganya bahagia adalah karir terbaik bagi seorang wanita…

Berbahagialah ketika kita tercipta sebagai wanita, yaitu yang menjadi pemulia kehidupan suami dan anak- anak kita. Maka sayang sekali jika semua itu hanya terbatasi kemuliaannya, pada hanya sekedar terhenti dalam nilai uang, dan gengsi atas sebuah jabatan. Read the rest of this entry

Kedamaian Hati Dalam Iman

Hidup tak selalunya menawarkan kemulusan jalan takdir yang membuat kita selalu merasa bahagia dan bahagia. Ada kalanya Allah mencobakan pada diri kita, untuk bertemu dengan episode fitnah, kebencian dan efek samping dari rasa iri pada diri orang lain yang tak menyukai kita. Hal itu kadang mau tak mau memaksa diri untuk harus melaluinya, walau dengan bagaimana rasanya hati dan keadaan logika. Dan bagaimanakah sikap terbaik bagi kita saat harus harus menjadi pelakon dari semua itu? Read the rest of this entry

HADITS-HADITS PALSU DAN BATIL TENTANG KEUTAMAAN WANITA HAIDH / الأحاديث الموضوعة والباطلة في فضائل المرأة الحائض

Akhir-akhir ini telah beredar di internet, atau melalui sms, email dan BM riwayat-riwayat yang cukup banyak yang menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan besar bagi wanita muslimah yang mengalami haidh dan amalan-amalan yang dilakukannya pada saat itu. Di antara keutamaan-keutamaannya yang disebutkan adalah sebagai berikut:

  1. Allah mengampuni semua dosa besar dan kecil yang pernah dilakukan oleh wanita yang haidh.
  2. Allah tidak akan mencatat kesalahan-kesalahan wanita yang sedang haidh hingga tiba masa haidh berikutnya.
  3. Allah memberikan kepada wanita yang sedang haidh pahala 60 (enam puluh) orang yang mati syahid.
  4. Allah akan membangunkan sebuah kota di dalam Surga bagi wanita yang haidh.
  5. Allah akan memberikan cahaya kepada wanita yang haidh sebanyak rambut yang ada di kepala dan badannya.
  6. Jika wanita yang sedang haidh itu mati, maka ia mati dalam keadaan syahid.
  7. Allah akan mencatat baginya pembebasan dari api neraka.
  8. Allah akan memberikan kepadanya jaminan keamaan dari azab (siksaan-Nya).
  9. Dan lain sebagainya.

Namun sayangnya riwayat-riwayat yang menyebutkan keutamaan-keutamaan yang agung tersebut tidak ada yang benar datangnya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Bahkan itu semua dinisbatkan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam secara dusta dan batil oleh sebagian orang. Read the rest of this entry

Mari Bertaubat

Disaat kita melakukan perbuatan dosa hati kecil kita berteriak “kenapa sy melakukan ini,inikan dosa?”. Kita tahu itu dosa tp kenapa kita selalu tergerak untuk melakukan’y?.apabila kita menyadari bhw apa yg kita lakukan itu dosa segeralah beristighfar. Nabi Adam as brkata,”wahai Tuhanku, Engkau telah memberi kewenangan kpd iblis untuk menggoda saya dan saya tidak mampu menghadapinya tanpa pertolonganMu.” Allah swt brfirman,”anak cucumu tidak akan dilahirkan tanpa ada malaikat yang menjaga’y dari tipu daya iblis.” Nabi Adam brkata”wahai Tuhanku,tambahilah.” Allah brfirman,”Kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali, bahkan Aku akan menambah’y,sedangkan keburukan akan dibalas dgn hanya satu keburukan, bahkan bisa jadi Aku akan menghapus’y.” Read the rest of this entry