BOS VS Guru Honor

Kebijakan Pemerintah untuk meng-gratiskan biaya pendidikan dari mulai  Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Tingkat Pertama ternyata tidak membawa kebaikan untuk semua kalangan. Untuk kalangan Orang Tua siswa bisa dikatakan kebaikan karena mereka tidak perlu lagi memikirkan iuran sekolah setiap bulannya karena semua biaya operasional sekolah sudah dibiayai oleh pemerintah dengan dikucurkannya dana BOS (Biaya Operasional Sekolah). Dana BOS yang akan diterima oleh Sekolah bervariasi sesuai dengan banyaknya jumlah siswa. Bagi sekolah Negeri dan guru-gurunya sudah pegawai negeri (PNS) ditambah lagi jumlah siswa yang banyak, dana BOS benar-benar bisa dirasakan manfaatnya karena di sekolah yang mayoritas guru-gurunya sudah PNS maka dana BOS tidak perlu dipakai untuk menggaji mereka karena mereka sudah digaji oleh pemerintah sehingga dana BOS dapat dengan leluasa digunakan untuk operasional sekolah. Selain itu apabila dana BOS telat cairnya seperti pada saat ini sudah hampir 3 bulan dana BOS belum cair Kepala Sekolah dan Guru tidak akan merasa khawatir dan terganggu sebab gaji mereka tetap lancar mereka terima setiap bulannya tapi bagaimana dengan nasib sekolah swasta dengan murid yang sedikit dan mayoritas gurunya masih honorer yang gaji mereka benar-benar berasal dari dana BOS?

Tidak sedikit jumlahnya sekolah-sekolah swasta yang gurunya mayoritas honorer. Setiap dana BOS telat cair maka  mereka akan menjerit karena otomatis gaji merekapun akan macet. Sangat beruntung apabila sekolah punya dana talangan, tapi bagaimana kalau sekolah benar-benar tidak punya dana talangan??…

Bagi kepala sekolah yang tidak punya dana talangan mungkin solusinya agar guru tetap bisa digaji mereka akan mencari pinjaman, tapi apa mungkin pinjaman itu akan terus bisa didapat selama beberapa  bulan selama dana BOS belum cair??

Mungkin dibenak pembaca ada yang mengatakan,”khan sudah ada uang sertifikasi…”. Memang diakui kalau saat ini pemerintah sudah mulai memperhatikan kesejahteraan guru baik itu PNS maupun honorer melalui tunjangan profesi tapi sampai saat ini masih banyak guru honorer yang belum disertifikasi apalagi saat ini mulai tahun 2012 guru yang akan disertifikasi (mengikuti PLPG) harus mengikuti dulu ujian, lebih sulit menurut saya prosedurnya.Dan lagi-lagi bagi guru honorer yang sudah disertifikasi pun tunjangan profesi mereka tidak setiap bulan cairnya.

Tidakkah pemerintah “Eungeuh” alias nyadar kalau dana BOS telat cair akan banyak sekali pahlawan pendidikan yang terdzolimi, keringat mereka sudah kering tapi hak mereka tidak mereka dapatkan.Sebenarnya siap tidak sih pemerintah meng-gratiskan biaya sekolah dengan segala konsekuensinya???

penulis berharap semoga kedepannya pemerintah lebih peduli dengan nasib guru honor, setidaknya tidak telat lagi mencairkan dana BOS, syukur alhamdulillah seandainya pemerintah men-PNS-kan semua guru honorer.Semoga…..

Iklan

Posted on Maret 10, 2012, in Pendidikan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Tulisan luar biasa yang sangat menyentuh, turut prihatin atas nasib yang ibu rasakan.
    Ibu Guru Honor ya ????
    Semoga pemerintah bisa segera mencairkan dana bos nya …. 😆 🙂 😉

    Selamat atas Blog Barunya, teruslah menulis dan menyuarakan kebenaran

  2. Itulah akibat dari libaralisasi pendidikan, kasihan guru honor.

  3. Hidup Ibu Smanda …..!!!!
    Saya berdoa semoga suatu saat ibu menjadi pemimpin di negeri ini minimal jadi kepala Dinas deh Bu …., biar bisa mendistribusikan uang bos dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: