Dunia yang penuh kepura-puraan

Dari Hawa Ke Hawa

Allah swt   menjadikan dunia ini untuk dihancurkan sepenuhnya pada hari yang kita panggil hari qiamah…

satu hari yang tidak ada ragunya, yang pasti akan datang dan hadhir,

cuma menunggu saat dan tikanya sahaja,..

maksud Allah menciptakan kita , manusia dan Allah menciptakan semua makhluk ciptaanNYa adalah untuk beribadah secara total kepadaNYA…

tidak ada tujuan lain selain itu,..

hanya untuk beribadah, semata2 kerana ALLAH

tidak kira dalam situasi apapun,…

baik ketika duduk, mahupun berbaring, ketika berjalan, mahupun ketika tidur,..

bagaimana caranya…. ?

ditunjukkan melalui utusanNYA, Nabi Muhammad saw,..

kemudian untuk mengetahui siapa hambaNYA yang paling baik amalnya maka diberinya ujian,…

ujian adalah anugerah ALLAH…………….

tanda kasih dan rahimNya, tanda sifat penyayangNYA,..

agar manusia yang sentiasa lalai ,..

agar insan yang mudah lena,.

agar makhlukNya yang mudah alpa,..

kembali ingat kepadaNYA,..

kembali bermunajat kepadaNYA,..

kembali bercakap2 , bercerita, merayu2 denganNYA,..

agar kita tidak terus lalai, lena , alpa dan melupakanNYA,..

agar…

Lihat pos aslinya 989 kata lagi

Iklan

RENUNGAN PASCA TAHUN BARUAN

Farhansyaddad weblog

Perayaan-Malam-Tahun-Baru-di-Bundaran-HIDiakui atau tidak kita semua sering kali tidak pernah mau belajar dari apa yang telah terjadi pada masa lalu. Saat kita mendapatkan sesuatu yang tidak enak selepas melakukan suatu perbuatan seketika itu juga kita berkata “kapok” dan tak akan lagi melakukan perbuatan serupa di masa yang akan datang. Tetapi begitu perasaan tidak enak itu berlalu seketika itu juga kita lupa dan kembali melakukan perbuatan yang sama di tahun-tahun berikutnya. Demikian halnya apa yang terjadi pada pemerintah DKI setahun yang lalu   musibah banjir yang terjadi pasca perayaan tahun baruan seolah tidak lagi mengingatkan mereka betapa perbuatan itu (perayaan tahun baruan) lebih banyak mendatangkan kemadlaratan dibanding manfaatnya, tidaklah salah apa yang pernah dipesankan oleh Rasulullah bahwa : “tidaklah akan datang suatu masa kecuali masa tersebut lebih jelek dari masa sebelumnya”.

Lihat pos aslinya 429 kata lagi

Kata JIL: Jilbab Bukan Kewajiban Namun Pilihan

Farhansyaddad weblog

Jilbab adalah masalah fundamental yang bukanlah masalah furu’iyyah sebagaimana dikira segelintir orang. Sampai-sampai para ulama berkata bahwa siapa yang menentang wajibnya jilbab, maka ia kafir dan murtad. Sedangkan orang yang tidak mau mengenakan jilbab karena mengikuti segelintir orang tanpa mengingkari wajibnya, maka ia adalah orang yang berdosa, namun tidak kafir.

Dalil yang Menunjukkan Wajibnya Jilbab

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). Ayat ini menunjukkan wajibnya jilbab bagi seluruh wanita muslimah.

Lihat pos aslinya 3.484 kata lagi

KETIKA TUHAN DISINGKIRKAN

Manajemen Pendidikan Dan Pemikiran Islam

 

Gambar

Oleh: Adnin Armas

 

Harun Yahya dalam bukunya The Disasters Darwinism Brought to Humanity (Al-Attique Publesher Inc.) menggambarkan berbagai bencana kemanusiaan yang ditimbulkan oleh Darwinisme, di antaranya berupa rasisme dan kolonialisme. Ketika ilmu dijauhkan dari tuntunan wahyu; ketika ilmu diabdikan untuk memenuhi hawa nafsu; maka bencana kemanusian tak mungkin terhindarkan.

 

Peradaban Barat, menurut sejarawan Marvin Perry, ialah sebuah peradaban besar sekaligus sebuah drama yang tragis(a tragic drama). Peradaban ini penuh kontradiksi. Satu sisi ia memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan bagi kemudahan dan penyediaan fasilitas hidup.  Namun pada sisi lain peradaban ini juga memberikan kontribusi besar terhadap kerusakan alam semestra (Marvin Perry, Western Civilization a Brief History, 1997)

 

Di zaman modern ini pula manusia telah membelanjakan secara gila-gilaan alat-alat pembunuh masal. Sekadar contoh, Jeremy Issacs dan Taylor Downing, dalam bukunya, Cold War, memaparkan antara 1945-1996, sekitar 8 triliun USD ($ 8.000.000.000.000)…

Lihat pos aslinya 765 kata lagi

Biografi Singkat Hadrotussyekh KH. Tubagus Muhammad Falak

Farhansyaddad weblog

imagesSebenarnya, Biografi Abah Falaq ini telah saya dapatkan sejak tahun2011 yang lalu tepatnya 2 hari setelah khaulnya beliau, dari salah seorang cicit beliau yang sering disapa “Deni” melalui shabat saya Ust. Moh. Tegap Pratama. Berikut Biografi Singkat Penyebar Islam di Kota Hujan ini :

KH. Tubagus Muhammad Falak bin KH. Tubagus Abbas adalah seorang kiai kharismatik yang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan kemudian dikenal luas Oleh kalangan masyarakat sebagai pemimpin rohani dalam gerakan sufi sebagai mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah  yang mengambil ijazah langsung dari Syekh Abdul Karim Banten.

Beliau adalah tokoh agama yang dikenal pula karena keahliannya dalam ilmu kasyaf yang memiliki kedalaman ilmu agama dan memiliki keluhuran budi pekerti yang secara langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Lihat pos aslinya 1.902 kata lagi

Ujian melalui manusia

Dari Hawa Ke Hawa

Tiap daripada kita tak akan pernah sunyi diuji dengan ujian melibatkan manusia….

ada ujian berkait hubungan,

 

hubungan suami isteri, hubungan anak2, hubungan adik beradik, hubungan rakan sekerja

 

ada ujian berkait dengan akhlak manusia, ada ujian tentang penerimaan, ada ujian berkait dengan taqdir ,..

 

tetapi semuanya adalah dari Allah

semuanya adalah dalam perancanganNYa, dalam aturanNya, dalam pengetahuanNYa

 

dan Allah memberi kita ujian ini melalui orang2 di sekeliling kita, melalui pilihan2 yang mereka buat ,…

yang dengan kehebatan Allah kita nampak seolah2 keputusan itu berlaku tanpa ada campur tangan Allah..

Allahu akbar

 

sedang semua yang berlaku adalah dengan izinNya biar ia baik atau buruk di mata kita…

apa yang berlaku pada kita adalah dari Allah…

untuk Allah uji siapa antara kita yang lebih baik amalnya .

 

Allah maha pengasih dan maha penyayang..

mana mungkin zat yang maha besar, maha agung, membiarkan suatu perkara yang sia2 berlaku…

Lihat pos aslinya 64 kata lagi

Menjadi Ibu Panutan

ImageIbu adalah nama lain dari kasih sayang yang indah, yang diberikan Allah sebaagai rahmat bagi hambaNya. Ibu ibarat malaikat yang menjadi pelindung anak- anaknya dari setiap kejahatan yang akan menyakiti mereka. Bahkan ketika manusia terlahir tanpa dampingan seorang ibu, rasanya mereka akan siap menukar apapun yang dimilikinya demi kehadian sang ibu tercinta. Maka tak heran jika seorang ibu selalu diagungkan kebaikannya, baik ketika dia masih ada ataupun sudah tiada. 
Maha suci Allah yang telah menciptakan kedekatan antara seorang ibu dengan anak- anak mereka, sebagai sebuah kemanusiawian.  Setiap anak akan begitu nyaman berada di samping ibunya. Karena itulah, secara alamiah pula, anak-anak melihat ibu sebagai sosok panutan yang patut diikutinya. Seperti spons kering yang menyerap setiap air yang ada di dekatnya, seperti itulah anak- anak dengan polos mencontoh cara berucap, dan bersikap para ibu mereka.
Maka tak dipungkiri lagi, jika ibu adalah ibarat guru pertama bagi anak-anak. Dengan ibu jugalah, anak- anak belajar mengenali dan mempelajari dunia ini. Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai seorang ibu, agar kita pantas dijadikan tauladan yang baik untuk anak- anak kita?

Pertama, menjadi ibu yang penuh kasih sayang

Yang pertama dan utama jadilah ibu yang baik dan kasih sayang. Dari sikap terpuji inilah anak- anak akan mengenali dan mencontoh bahwa hanya kebaikan dan kasih sayang lah yang sebenarnya diperlukan jika mereka ingin selalu disayangi, dan diterima oleh kehadirannya oleh sesama. Sebaliknya, mereka juga akan belajar membedakan bahwa perbuatan jahat hanya akan menyakiti orang lain dan merugikan diri mereka sendiri.  

Kedua, ramah dan menghargai orang lain

Selain itu, ajarkan kepada anak bahwa setiap orang itu berbeda, dan kita harus menghargai perbedaan-perbedaan itu. Tanamkan pada diri anak- anak kita bahwa tidak seorang pun senang diperlakukan kasar. Maka ucapan terima kasih, tolong, dan maaf, harus dibiasakan sedari mereka kecil, agar terpola dalam pikiran anak bahwa sikap ramah adalah hal penting yang dibutuhkan untuk menjalin sebuah persahabatan.

ketiga,  tegas dalam berprinsip.

Kenalkan pada anak- anak kita, bahwa di dunia ini juga ada hal yang tidak bisa kita tawar tentangnya. Sebagai contoh adalah masalah akidah. Kenalkan kepada mereka berikut alasannya tentang kepastian dan kepatenan nilai- nilai tersebut untuk harus selalu kita patuhi.

keempat, Luangkan Waktu Untuk Komunikasi Yang Hangat

Jika kita mengharapkan anak akan patuh, maka komunikasi yang hangat dari kita sebagai ibu, sangat penting untuk dilakukan. Dan dalam berkomunikasi, anak dan ibu juga membutuhkan banyak waktu. Maka sudah seharusnya kita menyediakan waktu untuk membangun hubungan yang berkualitas dengan anak- anak mereka.

Tunjukkan kepada anak, bahwa dengan berkomunikasi, kita dapat menjadi partner mereka yang baik dalam mencari kebaikan. Jika akhirnya nasehat harus diberikan, maka biarkan terlebih dahulu mereka mengemukakan ide dan pikiran mereka, dan jangan beri batasan agar mereka juga tidak mengambil jarak dengan kita.  Dengan itu InshaAllah mereka akan menjadikan kita sebagai contoh, karena kemampuan kita menjadi pendengar yang merangkul dan mengayomi mereka, saat mereka susah.

Kelima, bersikap positif
Sebagai seorang ibu, hendaknya kita berhati- hati dalam bersikap dan berucap. Anak- anak kebanyakan akan meniru materi, pemikiran bahkan gaya bicara kita terutama bila mereka berada di dekat kita. Pembicaraan dan sikap yang positif akan memberikan contoh yang baik pula bagi mereka, agar kelak menjadi pribadi yang positif.

keenam, Konsisten

Dari semua sikap yang kita berikan kepada anak- anak kita tersebut, maka tak akan ada gunanya jika kita sendiri tidak konsisten dengan yang telah kita ajarkan. Pencontohan sikap baik yang terus menerus dan konsisten, akan lebih mudah terbahasakan kepada anak ketimbang hanya sekedar nasehat atau kata- kata yang kita suarakan ke telinga mereka.

(Syahidah/Voa-islam.com)

Beginilah Seharusnya Menjadi Wanita

Bunga

Bunga

Beginilah seharusnya menjadi wanita…

Yang dengan ikhlas dan rela menanggalkan dunia serta segala kenikmatannya, kecuali hanya seperlunya saja untuk bisa membangkitkan badan demi tetap mengabdi kepada Allah.

Beginilah seharusnya menjadi wanita! Yang dengan sadar menjauhkan diri dari kemewahan dan memilih berkarib dengan kezuhudan. Dia melakukan perdagangan yang menguntungkan untuk sebuah surga, dengan menjual kehidupan dan waktu santainya untuk menuju kehidupan berjuang dan jihad. Dia lebih memilih ridho kepada Alloh dari pada suara sanjungan manusia. Dia lebih memilih untuk taat para aturan Allah yang banyak ditinggalkan manusia. Hatinya selalu condong pada ridho Allah dan pikirannya terfokus untuk mengingat firman Alloh SWT:

 “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu. Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar” (QS. Al Ahzab : 28-29). Read the rest of this entry

KEMI : Cinta Kebebasan Yang Tersesat (Resensi Novel)

Judul

:

KEMI (Cinta Kebebasan Yang Tersesat)
Penulis

:

Adian Husaini
Tebal

:

316 hlm
Ukuraran

:

18,3 cm
Penerbit

:

Gema Insani
Tahun

:

Cet I, 2010
Oleh

:

Latifah
Mahasiswa PPS UIKA Bogor 201

Novel berjudul KEMI (Cinta Kebebasan yang Tersesat) ini ditulis dengan sangat unik oleh Adian Husaini seorang tokoh intelektual Muslim yang juga piawai menulis novel. Novel ini mengajak para pembacanya khususnya kaum muslimin untuk memasuki dan menyaksikan fenomena dekadensi akidah yang sekarang sedang menjadi ancaman besar bagi Islam. Faham liberalisme yang sekarang lagi nge-trend dimana faham ini disuarakan oleh orang-orang (oknum) yang mengaku muslim bahkan tidak sedikit dari oknum-oknum ini adalah kaum intelektual muslim. Faham liberalisme ini ternyata telah melahirkan berbagai kehancuran bagi kehidupan manusia. Baik kehancuran fisik, psikis, sosial, moral, ekonomi dan lain-lain. Adanya keinginan untuk membebaskan manusia dari kungkungan ajaran agama salah satu penyebab munculnya faham liberalisme, ditambah lagi dengan faham pluralisme agama yang menggerus keyakinan utama mengajak manusia menyamakan agama tanpa adanya perbedaan antara Allah dan berhala, shalat dan bertapa. Sifat fitrah manusia untuk bertauhid ternyata tidak bisa istiqomah dalam diri seseorang meskipun dia seorang yang shalih sekalipun tanpa adanya usaha untuk mempertahankan keimanan itu.

Di dalam novel ini dikisahkan tentang dua orang santri yang memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Selain mereka cerdas, mereka juga merupakan santri kesayangan dan kepercayaan Kyai Rois seorang Kyai pemimpin sebuah pesantren yang bernama Minhajul Abidin, Madiun, Jawa Timur. Adapun kedua santri tersebut bernama Kemi dan Rahmat. Read the rest of this entry

Ta’ati Suamimu, Surga Bagimu

Cintai Suami

Dalam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama atau dunianya, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalnya.

Tanggungjawab suami yang tidak ringan diatas diimbangi dengan ketaatan seorang istri pada suaminya. Kewajiban seorang istri dalam urusan suaminya setahap setelah kewajiban dalam urusan agamanya. Hak suami diatas hak siapapun setelah hak Allah dan Rasul-Nya, termasuk hak kedua orang tua. Mentaatinya dalam perkara yang baik menjadi tanggungjawab terpenting seorang istri.

Surga atau Neraka Seorang Istri

Ketaatan istri pada suami adalah jaminan surganya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhoan suami menjadi keridhoan Allah. Istri yang tidak diridhoi suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka dan kufur nikmat.

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa beliau melihat wanita adalah penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita pun bertanya kepada beliau mengapa demikian? Rasulullah pun menjawab bahwa diantarantanya karena wanita banyak yang durhaka kepada suaminya. (HR Bukhari Muslim) Read the rest of this entry